Showing posts with label pan that. Show all posts
Showing posts with label pan that. Show all posts

29.4.10

My Interesting Things

My days means two things. First, a bunch of plans in 12-16 hours (i sleep 8-9 hours per day, ;p). Second, no plans but i only enjoy the day. The second thing always come along if some of my plans left undone or cancelled. Since my plans doesn’t work 100% in everyday, especially if there are no bless from the God.

But there are boring times when my plans cancelled or all my plans done. Boring times when you just don’t know what to do. Boring times comes also when you do the same thing to do everyday, such as your job duties. You just keep the same pattern all the weeks like, get up early to go to your office, having a branch then start to work. It follows with lunch, chatting online, facebooking and back to work. Then you go home earlier for catching a dinner with friend or even, your boss. Sometimes you just go directly to home for catching Gossip Girls’s new episode or a complete series of new dorama. In the next day, you just do the same pattern. Well, i have a lot of boring times in my days.

I realize then, i hate my boring times. It’s just such a wasting time for me. But what if i keep doing the same thing all the times? I must do the same job for all the weeks? Well, i always seek for some interesting things nowadays. I always keep say to myself that i have to find some interest things in everyday. How i combine my wardrobe today is interesting for me. How i write my newscript today is interesting. A new online shop to enjoy, a funny hairdo of people i met at ‘angkot’ today, a new gossip about my friends is so amusing too (hehe,:p). Everything can be interesting things for everyone.

Everytime i find interesting things in my days, i feel gratitude and thankful to my God. My life seems so wonderful and delightful :D Today i eat delicious foods and try this new site :D So, how about you? Do you find any interesting things today?

7.3.10

Balada Sekolah Gratis.. (lanjutan Balada Ujian Nasional)

Selain bicara mengenai UN, ibu guru cantik ketiga adik asuh saya juga mengeluhkan subsidi."Kami seharusnya mendapatkan bantuan Sekolah Gratis dari Dinas Prov sebesar 267 juta, tapi yang masuk ke rekening sekolah cuma 165 juta. Yang 100 juta gak tau kemana." Wah, kok bisa Bu? tanya saya. "Saya juga gak tahu. Padahal dalam laporan pertanggungjawaban, kami tetap harus melaporkan bahwa kami menerima 267 juta." Lho, kenapa begitu? tanya saya lagi. "Ya, daripada sekolah kami tidak mendapat bantuan lagi?"

Maksudnya? "Yang mengalami ini bukan hanya sekolah kami saja. Sekolah-sekolah lain juga. Kami tidak bisa protes, karena katanya kalo kita protes sekolah tidak akan dapat bantuan untuk seterusnya." Sekolah ketiga adik asuh saya memang tergolong sekolah kecil, hanya ada 2 atau 3 ruang kelas untuk kelas 10, 2 ruang kelas untuk kelas 11 dan 1 ruang kelas untuk kelas 12. Saya maklum bila si ibu tidak bisa berbuat banyak. Seperti saya bilang di tulisan sebelumnya, ibu guru cantik ini termasuk dalam sistem.jika si ibu berulah, kemungkinan besar yang rugi adalah sekolahnya sendiri. Makanya, beliau hanya bisa menahan diri saja melihat ketidakadilan dalam tubuh sistem pendidikan kita.

"Gara-gara janji subsidi 267 juta itulah, kami berani merenovasi sekolah sejak tahun lalu. Sekarang, tahap renovasi masih jalan. Tapi dananya kurang. Tidak mungkin kami meminta dana dari siswa. Sekolah gratis, kok narik biaya lagi. Jadinya kami berhutang pada bank, bagaimanapun renovasi sekolah harus tetap berjalan." cerita ibu cantik lagi. Sekali saya menanyakan kemungkinan untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Tapi si ibu guru mengelak. "Kepala dinas saja tahu soal ini, tapi diam saja. Jadi memang sudah dari atasnya seperti itu mungkin."

Selain subsidi, hal yang paling saya cermati dari sekolah-sekolah gratis yang menjamur di Bandung adalah guru-gurunya. Guru-guru ketiga adik asuh saya jarang memberikan pengajaran yang selayaknya pada murid. Terbukti dari kemajuan belajar ketiga adik asuh saya. Banyak materi-materi pelajaran yang tidak mereka kuasai dengan benar. Fakta ini saya peroleh dari hasil les pemantapan Ujian Nasional yang kami lakukan 2 minggu belakangan. Dua adik asuh saya yang lain juga mengeluh karena guru-guru mereka jarang datang. Entah guru Matematika, Bahasa Indonesia, atau lainnya. Kalau pun mengajar, mereka hanya disuruh mencatat dan fotokopi materi pelajaran. Lantas, mengapa mereka masih harus dituntut lulus dalam Ujian Nasional?

Lalu, apa esensinya membuka sekolah gratis? Hanya untuk memenuhi tuntutan masyarakat kah? Kalau memang belum siap, mengapa harus dipaksakan? Adik-adik kitalah yang menjadi korban. Sama saja dengan kita menyia-nyiakan warga negara usia produktif kita dengan kualitas pendidikan yang menyedihkan.

4.3.10

Balada Ujian Nasional Kitaa...

Pertengahan Februari lalu, saya dikejutkan oleh sebuah surat pemberitahuan dari SMA adik-adik asuh saya. Surat pemberitahuan tersebut mengumumkan jadwal Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Praktek mereka mulai 22 Maret-14 April 2010. Pihak sekolah mecantumkan biaya keseluruhan ujian sebesar Rp 300.000/siswa. Wew!Mahal juga, pikir saya saat itu.

Seingat saya, dulu saya tidak pernah mengeluarkan biaya begitu besar untuk mengikuti Ujian Nasional. Lagipula, polemik Ujian Nasional kan sudah sampai tingkat kasasi. Kok masih terus dilangsungkan ya? Sekolah ketiga adik asuh saya tersebut juga termasuk salah satu sekolah swasta di Bandung yang mendapatkan subsidi Sekolah Gratis sejak tahun 2009 lalu. Lantas, kenapa masih dikenai biaya ujian segala?

Berbekal uang 900.000 dan pikiran macam-macam di kepala, saya mendatangi sekolah tersebut tanggal 1 maret lalu. Saya bertemu dengan Ibu wakil sekolah bidang kesiswaan. Beliau ini sebenarnya anak dari kepala sekolah, yang dipercaya untuk mengurus sekolah tersebut sejak awal tahun 2009. Sang kepala sekolah memiliki beberapa sekolah di kota dan kabupaten Bandung, ceritanya. Well, semacam bisnis keluarga mungkin. Karena anak dan kerabatnya diserahi peran penting pada beberapa sekolahnya. Setahu saya sekolah-sekolahnya tergolong kecil dan dibangun di daerah kecil, seperti Majalaya sampai Garut. Tapi dengan banyaknya subsidi pendidikan untuk sekolah-sekolah di masa kini mungkin ini jadi bisnis yang bagus =D

Nah, Ibu muda cantik yang ramah itu menerima saya dengan sangat baik. Saya bayar biaya ujian ketiga adik asuh saya tanpa banyak bicara. Tiba-tiba beliau nyeletuk bilang, "Seharusnya Ujian
Nasional tuh ga usah ada, itu kan cuma proyekan dinas saja." Senyum saya kulum, mengangguk tanda setuju. Wah, si ibu idealis juga niy. Kelihatannya beliau masih berusia 30-an awal, karena
kalo murni idealis kan biasanya mahasiswa yang berusia 20-an."Ujian Nasional itu cuma kedok." Si ibu cantik lantas menjelaskan alasan kenapa biaya ujian bisa semahal 300 ribu rupiah.

Dalam UN, para pengawas ujian adalah guru-guru dari luar sekolah dan ada pengawas dari dinas. "Saya bulan lalu habis rapat koordinasi SMA negeri dan swasta se-Bandung Utara. Dalam Materi Rapat disebutkan bahwa sekolah harus memberi uang transpor dan makan bagi para pengawas UN." Lalu, ia menunjukkan lembar Materi Rapat UN yang ia hadiri di Dinas Pendidikan Kota. Di lembaran itu tertulis kurang lebihnya seperti ini:

1. Uang transpor pengawas ruang diberikan oleh sekolah tempat pengawas bertugas sebesar Rp 15.000 per orang per hari.
("ada 3 orang pengawas dalam 1 ruang dan ada 5 hari ujian untuk 6 mata pelajaran yang diujikan,"terang si ibu)

2. Uang makan pengawas ruang diberikan oleh sekolah tempat pengawas bertugas sebesar Rp 10.000 per orang per hari.

3. Pengawas soal diberikan uang transpor oleh sekolah tempat pengawas bertugas sebesar Rp 100.000 per orang per hari.
(pengawas soal ini mungkin maksudnya pengawas/pembawa soal dari Dinas, ada 1-2 orang dan Rp 100.000 dalam rapat diganti oleh Pimpinan Rapat menjadi Rp 150.000 -pimpinan rapat adalah ketua rayon, kalo ga salah-)

4. Tiap sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional wajib menyerahkan Iuran gotong royong yang dikenakan pada tiap siswa sebesar Rp 7.500.
(Si ibu cantik juga tak tahu apa gunanya iuran gotong royong ini)


"Mbak lihat sendiri kan, kalo kami hanya memungut uang ujian berdasarkan aturan itu saja. Sisanya untuk operasional UAS dan ujian praktek. Kalo di sekolah lain (uang ujian-red) bisa sampai 500 ribu bahkan 2 juta per siswanya," terang ibu cantik.Apa?

"Lebih kasihan lagi kalo anaknya ga lulus, mbak. Tahun lalu saja tiap siswa dikenakan biaya 1,5 juta per mata pelajaran yang tidak lulus," lanjutnya. Waduh, kalo ga lulus 6 pelajaran berarti habis duit 9 juta dong..aih, aih. Satu setengah juta itu aturan dari sekolahnya ato bagaimana, tanya saya. "Aturan dari atas, alasannya soalnya beda dan biaya operasional para pengawasnya kan beda lagi,"jawab si ibu dengan nada makin tinggi.

"Padahal kalo banyak siswa yang tidak lulus, kepala dinas prov-nya juga ditegur sama menteri. Lalu, kepala dinasnya akan meminta bagian pengumpul soal untuk membenarkan semua jawabannya anak-anak. Berarti sama aja kan? Apa artinya ujian nasional kalo begitu?" kata ibu makin berapi-api. Berarti uang 1,5 juta itu bonus ekstra untuk para pegawai dinas sekaligus biaya untuk menghapus jawaban anak-anak dan menggantinya sesuai kunci jawaban, pikir saya.

"Kami, guru-guru,merasa kasihan sama anak-anak. Masa capek-capek mereka sekolah tiga tahun, berhasil tidaknya cuma ditentukan oleh 5 hari ujian. Ga adil kan? Standarnya juga dinaikkan tahun ini, jadi 5,50 untuk 6 pelajaran. Terlalu berat untuk sekolah kecil seperti di sini." Betul, jawab saya, dengan standar ujian yang sama maka tingkat kelulusan di daerah kota dan desa pasti berbeda. Kualitas pendidikan di negara ini belum terstandarisasi dengan baik sampai saat ini. Mulai dari Sabang sampai Merauke, kualitasnya pasti tak sama. Agh, gitu kok berani-beraninya bikin Sekolah Standar Internasional? imbuh saya dalam hati.

"Kalaupun memang tetap ada UN, mungkin ada baiknya bila anak-anak yang tidak lulus tetap mendapat ijazah. jadi mereka tetap bisa melamar kerja. itu menurut saya lho ya," ujar si ibu lagi. Aturan sekarang, bagi siswa-siswa yang lulus akan mendapatkan ijazah dan surat tanda lulus. Jika tidak lulus, mereka tidak akan mendapatkan keduanya. Jadi harapan siswa untuk melanjutkan studi atau bekerja tidak terputus begitu saja.

Lalu, kenapa Ujian Nasional tetap diadakan juga Bu? BUkannya kasus UN sudah sampai tingkat kasasi? tanya saya. "Nah, itulah. Bambang Sudibyo, menteri pendidikan tahun lalu sudah keburu bikin Permen. Peraturan Menteri bahwa UN tetap akan dilaksanakan. Menteri Pendidikan yang sekarang ini, M.Nuh, tidak bisa mengubah Permen ini. Bisa sebenarnya, tapi jarang sekali ada Menteri yang mengubah

Permen. Jadilah, Permen manis buat kita semua,"jawab beliau diakhiri senyum simpul yang membuatnya makin cantik. Kalo menurut laki saya, Permen tersebut tidak diubah karena banyaknya protes dari pejabat Dinas Pendidikan. Beban biaya untuk membatalkan UN dianggap terlalu besar karena proses pengadaan UN sudah dimulai sejak tahun lalu! Terlalu besar yang akan hilang dari kantong mereka mungkin, pikir saya.

"Seluruh jajaran Dinas Kota maupun Prov pasti tahu soal ini. UN itu proyek besar. Orang-orang atas pasti dapat bagiannya," asumsi si ibu cantik sambil tersenyum sinis. Mengingat proyek UN adalah "proyek bersama pejabat pendidikan" maka kepala-kepala sekolah mungkin tidak dapat berontak atau protes. Masalahnya, cap kelulusan anak-anak didik mereka yang pegang. Legalitas sekolah juga ada di tangan mereka. Kalau si ibu cantik ini bersuara sekeras ini pada pejabat di atasnya, bisa-bisa sekolahnya dibubarkan tanpa alasan jelas. Lantas, bagaimana tanggung jawabnya pada orang tua siswa?

Mungkin itulah sebabnya, si ibu cantik ini bertutur begitu semangatnya pada saya. Saya mengaku sebagai mahasiswa. Mungkin beliau ingin melepaskan uneg-unegnya pada saya dan sedikit berharap suara saya bisa berbunyi lebih keras darinya. Bagaimanapun, beliau tahu semua kecurangan dan kebusukan para mafia pendidikan itu tapi tak mampu berbuat banyak, selain bertahan dan pintar-pintar menahan diri. Karena beliau masih berada dalam sistem pendidikan itu sendiri.

Gambaran tentang UN ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tapi saya masih kaget melihat betapa riilnya kecurangan-kecurangan tersebut terjadi. Lebih kaget lagi, para guru sudah banyak yang tahu soal ini, tapi tidak bisa berbuat banyak. Tapi setidaknya mereka tetap berusaha bertahan dan mendidik murid-muridnya. Lebih mulia jasanya daripada pejabat dinas ataupun anggota dewan terhormat yang masih saja ribut soal duit hilang Century.

22.8.09

SBY on style

Mulai tahun depan, negara kita masih akan dipimpin oleh Presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono. Kemenangan SBY dalam pemilu yang terselenggara bulan Mei lalu mengukuhkan jabatan mulia itu tetap berada di pundaknya. Walaupun diiringi dengan berbagai protes dan kritik dari lawan politiknya, SBY tetap mengatakan bahwa pemilu tahun ini berjalan sukses dan demokratis. =)

Beberapa pengamat boleh saja bilang bahwa kemenangan SBY ini dipengaruhi oleh solidnya tim kampanye Budiono, mantapnya propaganda kampanye partai, bla bla bla. Tapi ya kalo menurut gw, kemenangan SBY berkat baju. Baju? Ya, pakaian yang dikenakan SBY dalam berbagai kesempatan menjadi faktor yang mungkin luput diperhatikan orang.

Satu kali bertemu dg SBY, gw terkejut dg warna baju yang dikenakan siang hari itu. Kemeja lengan panjang berwarna oranye terang dari kain sutra. Sangat menyilaukan untuk pemandangan siang hari yang terik, walopun acara digelar indoor. Tapi warna bajunya sangat efektif untuk menarik perhatian (baca; eye-catching cing!). Semua mata pasti tertuju pada beliau, bukan karena dikerubuti pers dan pengawalnya tapi karena silaunya keberadaan SBY saat itu.

Nah, baju SBY saat itu menjadi hal yang paling menyita pikiran gw saat itu (instead of his speech, of course). Sepulangnya meliput kehadirannya, iseng-iseng gw brosing gambar SBY via mbah gugel. Inilah gambar-gambar yang gw dapet ...










Wew, ternyata SBY sering sekali memakai pakaian dengan warna yang mencolok. Entah itu oranye, merah, dan paling sering biru (namanya juga maskot partainya..hehe). Yang pasti, pakaian yang dikenakan SBY selalu berbeda dengan para stafnya. Lihat saja gambar paling bawah, SBY memakai batik warna biru yang kontras dengan batik-batik yang dikenakan staf dibelakangnya. Well done, Sir.. senyum kemenangan yang indah bukan?

Keberadaan SBY di setiap kedatangannya tampak selalu menarik perhatian karena pilihan pakaian yang mencolok dan kontras. Warna-warna yang dipilih SBY termasuk warna-warna cerah yang seakan memancarkan semangat dan energi bagi setiap mata yang memandang. Agh, gw jadi penasaran..siapa sih yang jadi stylist SBY? Beda lho sama Obama, yang bergaya khas: kemeja putih dengan lengan tergulung setengah. Kesannya sederhana dan bersahaja, pas untuk kondisi Amerika yang dirundung krisis ekonomi global. Nah, bisakah kita mengandaikan pakaian-pakaian SBY menjadi tanda untuk memberikan semangat pada negeri yang lunglai ini? Bisa jadi benar, kalo gw yg jadi stylist-nya. Hehehe..



Berbeda pula dengan JK, yang seringkali memilih warna netral dalam berpakaian (entah itu putih, abu-abu atau krem) atau Megawati yang melulu merah. Pilihan pakaian SBY terlihat lebih variatif dan sekali lagi...mencolok perhatian. Jadilah SBY pusat perhatian dan pemenang di hati mereka-mereka yang tercolok itu :)




10.11.08

Dapur

Percakapan online dua org sahabat perempuan di suatu hari..
A : "gimana kuliahnya?"
B : "it's like hell"
A : "hahaha"
A : "udah... g perlu kuliah tinggi2, tar juga kerja di dapur..kawin aja sanah..heheheh"
B : "nop, kitchen is for my servant"
B : "or my future hobbies"
B : "but i won't work on kitchen"
B : "pmikiran lo itu salah"
B : "gw kuliah utk anak gw, ibu hrs pintar utk didik anak yg cerdas"
A : "cieh..ciehh.."
B : "no, mgkin lo cm becanda, tp itu serius bwt gw"
B : "itu pemikiran bodoh yang terus tertanam dlm pikiran perempuan"
B : "pemikiran itu hrs diubah"
A signed off...
B : "Ayah Budi pergi ke kantor, sedang ibu [tidak cuma] memasak di dapur"


*nyata, dg sdikit sentuhan editing

31.7.08

kampanye MLM

Kalo melihat pilwakot Bandung saat ini, gw jadi teringat pemilu presiden KM dan kahim Nymphaea yg lalu-lalu.
Ko bisa? Ada persamaan di antara ketiganya. Ketiganya sama-sama diikuti oleh calon yang dicitrakan islami dan
calon yg dianggap tidak layak secara agama (entah itu karena dia jarang terlihat di mesjid, bergerak tidak atas
nama islam, atau yg perempuan sekalipun).

Calon yg dicitrakan islami ini biasanya menjaring pemilih dg sistem MLM. Ya, sistem mentoring agama macam pengajian gitu lahh. sang mentor mengarahkan satu kelompok kecilnya (5-6org) dan masing-masing anggotanya menjadi mentor bagi kelompok-kelompok pengajian baru. kelompok pengajian baru pun beranak menjadi kelompok-kelompok baru.prinsip one member get 5 ala MLM gitu banget lah..

Memang terbentuk jaringan yang sangat kuat ya..Apalagi sistemnya dikemas manis dengan agama, isu murah yg mudah laku di masyarakat kita. hasil yg dituai pun biasanya memuaskan, kemenangan bagi mereka! Walaupun, kepemimpinan sang calon tak semanis kemasannya.hohohoho...mereka mungkin menang pemilu tapi miskin kepemimpinan.

Well, sistem ini emang masih mengakar dari sejak dulu. Tapi tingkat keberhasilannya mulai menurun sekarang.
Ini terbukti dari hasil pemilu belakangan ini, lihat saja teman gw yg perempuan pun bisa menang. kuncinya ternyata di media. walah, perjuangan kuat teman-teman yg menang kemaren ditentukan oleh media yg komunikatif, terarah, terbuka dan persuasif.hmm, sok tau banget ya gw?

26.7.08

Visi Misi Kota Bandung : Dada-Ayi vs Trendi

Secara tiba-tiba gw dapatin buku-buku kampanye walikota Bandung 2008. Ada buku visi misi Da'i, Trendi (Taufikurrahman-Abu Syauqi) en Hadi (duuhh, apa ya kebanjangannya, lupa gw). Lengkap kan? Hihihii...memang kampanye piwakot Bandung lagi panas-panasnya digelar nih..Calonnya? Ada walikota periode sebelumnya yang terus dihujat gara-gara isu lingkungan, ada bekas dosen yang berambisi besar jadi pejabat setelah gagal jadi rektor itb, dan satu lagi kuda hitam dari pihak independen yg kurang dikenal masyarakat (gw aja lupa namanya siapa..krik..krik..).

Sayangnya, gw ga bisa tampilin bentuk mukanya di sini (scannernya euweuh euy..). Buku Trendi bersampul biru muda berikut muka-muka calon khas logo kampanye (jenis kertasnya A4). Bagian dalamnya tidak berwarna selain hitam putih dengan bentuk jilidan hardcover ala skripsi. Sedangkan buku Dai sampulnya didominasi merah kuning dengan penampakan muka-muka calonnya. Bukunya dijilid ring dan bagian dalamnya kaya warna (kertas A5).

Kalo gw boleh menilai, buku visi misi Trendi tuh mirip kayak skripsi gw. Kalo lo liat dari halaman pertama, lo bakal nemui ringkasan eksekutif, daftar tabel, pendahuluan, en daftar pustaka segala! Wuidih, bahasannya pun bahasa skripsi banget lahh!! Tampak terasa sekali latar belakang sang calon (Taufikurrahman, maksudnya) menjadi faktor intristik dari pembuatan buku itu. Secara dia kan dosen Penulisan Karya Tulis Ilmiah di jurusan gw. Dia mu buktiin keahlian dia menggarap karya ilmiah rupanya, bah...Nice try, sir!

Tapi masalahnya, pengemasan bentuk ilmiah seperti itu kurang menarik para pemilih. Penyajian bahasanya terlalu kaku dan seakan menggurui. Bahkan untuk seorang sarjana macam gw pun, membaca bukunya terasa sangat membosankan!

Secara ilmiah, kekuatan data (dalam tabel, grafik, diagram) dalam bukunya memang besar karena banyak sekali data-data yang tersaji di sana (kebanyakan dari BPS 2006). Sayangnya, bahasan datanya kurang menyeluruh, kurang persuasif dan tidak memaparkan solusi yang jelas. Maksudnya gini, data-data itu kurang bisa mengarahkan opini publik untuk menyadari kebrobokan pemerintahan Dada dan mengikat pemilih untuk memilih Trendi. Hmm..

Buku visi misi Dada dikemas lebih menarik. Pengemasannya lebih enak dilihat dan isinya lebih enak dibaca. Tapi isinya cuma tulisan dg bahasa diawang-awang. Itu lhoo..bahasa ambigu ala Undang-undang, bahasa yang mengada-ada dan mengelabui ilusi pembacanya (halah!). Mungkin masih ada bangsa Indonesia Raya ini yg mau menelan bulat2 isi ’bahasa diawang-awang’ itu, tapi jelas namanya bukan ireng..heheheh...

Buku visi misi Dada seharusnya lebih banyak mengajukan data-data dan bukti-bukti konkrit kepemimpinannya. Bagaimanapun, sekecil apapun prestasi sebuah kota pasti bisa menambah catatan keberhasilan sebuah pemerintahan yg bobrok. Upss...

Keduanya mengusung program-program yang sama. Trendi sih lebih gampang, dia mencecar kekurangan program walikota lama tanpa menawarkan isu yg baru. Soal lingkungan misalnya, tinggal mencecar saja hal2 yg udah dilakuin walikota sblumnya tanpa memberikan solusi konkrit yg bisa dilakuin. Walikota lama pun sama aja, udah tau programnya ga jalan...eh, masih juga ngotot menggunakan isu yg sama. Weleh2...

Gw ga akan berkomentar soal buku visi misi Hadi di sini, karena sampe sekarang gw hanya punya pamflet visi misinya saja. Isi pamfletnya siy kurang menarik untuk dibahas. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang, calon tak dikenal pamflet dibuang. Hehehe..

Disini gw tidak mendukung salah satu calon karena gw toh ga punya hak pilih (ga ada ktp Bandung coy!). Berikut yang di atas hanya sebuah opini tentang sebuah buku visi dan misi..hohoho...

8.12.07

Lakiii...lakiiii..

"Ada begitu banyak laki-laki di itebeh, masa ga ada nyangkut juga sama lo.."

Banyak orang yg bilang kayak gitu ke gw sebagai sebuah ungkapan keheranan atas predikat JOMBLO yang gw sandang selama 4 tahun ini --ini bukan tulisan untuk mempromosikan diri sebagai cewe jomblo ya!--

"Laki-laki emang banyak, tapi kebanyakan terlalu takut.....untuk ditolak," pikir gw.

Yah, ketakutan semacam itu emang wajar saja. Tapi kalau alasan itu dipakai untuk menghindari PeDeKaTe pada cewe. It;s a BIG NO..NO! Kalau memang tak punya kapabilitas untuk mendekati seorang cewe, ya..bukan dengan ngeles dong. Usaha, men!

Ironis, kebanyakan teman laki-laki gw punya kecenderungan di atas. Menolak untuk sekedar 'mendekati' cewe, hanya karena terlalu takut ditolak. No offense, guys! Kalo emang ga ngerasa, ya berarti gw ga ngomongin elo. Tulisan ini gw dedikasikan buat teman-teman pria yang cuma bisa menitipkan salam pada cewe incerannya, cuma bisa esemes-an tanpa ada waktu pergi berdua, cuma bisa ceting via ye-em tanpa ada niat utk mengajak makan, cuma bisa mengharapkan cowo saingannya ditolak, cuma bisa curi-curi foto cewe kecengannya, cuma bisa cari tau nama cewe menarik itu dari seorang teman. Yes, this is for u dahling...

"kejarlah bidadari-bidadari lo dengan kaki, bukan dengan mimpi basah. sentuhlah hati putri-putri cantik lo dengan tangan, bukan dengan tatapan sayu. sebuah penolakan lebih baik daripada dikatakan pengecut, bukan?"

Setiap pria pasti tau aturan mainnya. but, every woman has their own rules...yang ga selama 'stricht'.

just make the moment and give her a huge attention.

oh ya, cewe di kampus gw ni ga belagu..cuma sama2 lugu kayak elu..hahaha!


this is not about me, babe. trust me!

28.7.07

Sebagitu Asyikkah Sinetron kita??

Hari Kamis (26/07) malam lalu, gw dan bibik menyempatkan makan di rumah makan Padang dekat Pasar Simpang. Saat itu, tidak ada pengunjung lain selain kami sehingga para pelayan tampak santai2 menonton televisi, yang dipasang di salah pojok ruang yang terlihat oleh seluruh orang yg ada di sana.

Tak sengaja, gw dan bibik menilik sebentar tayang televisi apa yg mereka tonton saat itu. Sebuah sinetron, rupanya. Kalo engga salah, sinetron Legenda yg tayang di Trans TV. Sinetron yg mengangkat legenda-legenda kuno ke dalam kisah masa kini. Malin kundang, misalnya, digambarkan menjadi lelaki tampan yang modis walaupun tinggal di dusun atau Kang Kabayan yg mendadak muda karena diperankan oleh Rafi Ahmad. Aneh tapi nyata.. (mengutip slogan sebuah tayangan TVRI tempo dulu).
logo Legenda

Yah, soal kualitas sinetron kita memang sudah mengundang banyak kritikan dan protes dan segala pihak. Tapi gw heran, kenapa semua org masih menontonnya? Seperti para pelayan di rumah makan padang malam itu. Kesemuanya lelaki dan tampak serius sekali mengikuti serial tsb. Sampai-sampai, seorang bocah seumuran SMP yg juga jadi pelayan di sana duduk serius di barisan paling dekat televisi (radius 3 meteran).

Awalnya, gw kira mereka cuma asal nonton saja (asal ada tontonan, ya ditonton maksdunya). Saat jeda iklan, mereka memang mengganti tayangan ke channel lain (yg juga menayangkan sinetron :p). Mereka pun mengalihkan perhatiannya ke hal lain, seperti ngobrol. Eh, tapi..usai jeda iklan...mereka menghentikan obrolan, mengembalikan channel ke tayangan semula dan lagi-lagi, ya...menonton sinetron itu lagi.

asmiranda
Gw sempat mikir lagi..jangan2 sinetron tsb diperankan oleh gadis pesinetron pujaan pria-pria seperti Asmirandah, Chelsea Olivia ato Cinta Laura. Gw lantas memperhatikan sinetron itu lebih seksama, eh engga ada kok... nama2 di atas. Lalu?

Mungkin...mungkin sinetron kita menyedihkan, tapi mengasyikkan utk ditonton...???

10.6.07

Tugu ato Monumen Perjuangan ITB'70?



Tiba-tiba sebuah benda berdiri di tengah-tengah kampus, dekat kolam Indonesia Tenggelam.
Desainnya seperti lambang Telkom, terbuat dari besi baja.

Sebenarnya gw merasa terganggu dengan benda ini, karena posisi berdirinya 'menutupi' Tugu Sukarno...kalo kita berjalan dari arah gerbang belakang. Tugu Sukarno yang agung itu jadi tak terlihat..hiks..(koq, jadi sedih ya?)

O..ya, benda ini diketahui tugu yang dibuat ikatan alumni '70..alumni yang banyak menyumbang dana dan bantuan fisik (water tap, misalnya) ke




Entah apa kita bisa menyebut benda ini apa..tugu ato monumen peringatan alumni '70? Rasanya, tidak bisa disebut tugu, karena nilai historis benda ini tidak sama dengan tugu Sukarno, misalnya. Begitupun monumen, menurut gw monumen itu didirikan untuk memperingati sebuah peristiwa sejarah...kalo yang ini? entah.

Gosipnya siy, benda ini seharga 150 juta. Hmm..

menurut kalian bagaimana?

18.2.07

KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia tuh memuat semua definsi kata-kata yang ada dalam bahasa Indonesia, baik tulisan ato lisan. Buat gue, kamus ini penting soalnya sekarang banyak kata-kata yang artinya udah gak jelas dan rancu.
Tapi gak semua orang suka baca kamus setebel bantal jepang, sekarang kan jamannya praktis! Maunya liat kamus lewat internet ajah..wireless. Tinggal klik-klik! Masa kamus online Inggris->Indonesia, Inggris->Inggris aja ada...Indonesia->Indonesia gak ada ya?
Untuk mendefinisikan kata kidung misalnya, tidak bisa gw cari di google sekalipun. Atau mencari idiom-idiom kata aseli dari Indonesia...sangat susah melacaknya di dunia maia (bukan maia ahmad^_^).
Huuuh..butuh KBBI onlen niyyy.....